Lorem ipsum dolor sit amet

Layanan Konsumen :

  • Telp / Fax:0271-7466061
  • HP:0852 2968 0016
  • Facebook:Penerbit Zamzam
  • BBM:51BA4053
  • WA:0852 2968 0016
  • Email:penerbit_zamzam@yahoo.com
Mereka Dizalimi tapi Disayang Nabi
Penerbit
Dimensi
14 x 20,5 cm
Sampul
Soft Cover
Stok
Ready

Mereka Dizalimi tapi Disayang Nabi

Rp45.000,-

Manusia adalah makhluk lemah, tanpa terkecuali. Ia takkan terlepas dari kelemahan dalam bentuk tertentu. Jika anak kecil lemah, demikian pula orang tua renta. Seorang pemuda yang kuat, dari sisi tertentu ia lemah; mungkin lemah dari sisi pengalaman, akal, kekayaan, atau yang lainnya. Jika orang miskin lemah dari sisi kemiskinannya, orang kaya pun bisa lemah dari sisi kesehatan, kecintaan orang lain padanya, ataupun dari sisi keimanan. Intinya, siapapun tak pernah terlepas dari kelemahan. Maha benar Allah Ta’ala yang telah berfirman: “…Dan manusia dijadikan bersifat lemah.” (An-Nisa’ [4] : 28).
Pada zaman jahiliyah, baik di dunia Arab maupun lainnya, kondisi orang-orang lemah sangat mengenaskan dan menyedihkan. Mereka selalu diperlakukan secara kasar, ditekan dan ditindas. Yang kuat akan menekan yang lemah, penguasa menindas rakyatnya, si kaya menekan si miskin, wanita diperlakukan secara keji layaknya binatang saja, majikan menghardik pelayannya, yang menang dalam peperangan berbuat sewenang-wenang kepada tawanannya, anak yatim ditelantarkan, dan orang tua renta terlunta-lunta. Lalu, bagaimana sikap Nabi Muhammad n terhadap orang-orang lemah tersebut? Apakah beliau menerapkan tradisi-tradisi yang ada pada zamannya? Ataukah beliau membawa sebuah manhaj dari Allah yang memuliakan dan mengasihi orang-orang lemah tersebut? Temukan jawabannya dalam buku ini.